semoga segala sesuatu yg baik dalam blog ini bisa MASUK ke OTAK anda serta segala yang buruk bisa MASUK ke KOTAK sampah anda

Tampilkan postingan dengan label serius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serius. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Di tengah himpitan dan keadaan mereka yang tak seberuntung kita, masih terlihat senyum dan tawa untuk tetap bersemangat mengisi pendidikan dalam sanubari dan perjalanan hidup mereka...

Tidak malukah kita sebagai "manusia yang lebih beruntung nasibnya", menjalani pendidikan yang dijalani dengan setengah hati?? Renungkanlah bersama...

Semoga dari mereka timbul generasi pelurus dan pengarah bangsa menuju jalan yang lebih baik dari sekarang, aamiin



SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL , semoga pendidikan Indonesia bisa membawa bangsa menuju arah yang lebih baik lagi, sekarang dan nanti...

Rumah Singgah Bambu Pelangi, Tangerang Selatan

Jumat, 13 Januari 2012

Yang dibutuhkan adalah ketulusan para pemimpin PSSI

Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang...

Nyanyian di atas mungkin akan selalu terdengar saat timnas sepakbola kita bertanding. Tua muda, laki-laki perempuan, berbaur bersama dengan sangat bangga mendukung timnas dengan tak kenal lelah. Tak peduli dengan kerongkongan yang kering berteriak menyemangati laskar-laskar pejuang bangsa di lapangan hijau. Rasa itupun pernah saya rasakan, ketika itu timnas U-23 yang bertanding. Meskipun hanya timnas U-23, saya merasakan totalitas yang luar biasa dari para pencinta sepakbola untuk mendukung para pemain memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya. Masih teringat bagaimana saya dengan tak peduli berteriak saat gol datang, dengan tak malu melompat-lompat dengan kesal saat para pemain timnas gagal memanfaatkan peluang yang ada. Tak peduli dengan skor akhir, yang penting bisa mendukung timnas untuk bermain dengan totalitas dan sportif demi mengharumkan nama bangsa.

Tapi itu dulu…

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu


nb : Sebelum para pembaca melihat dan menikmati tulisan di bawah ini, penulis menganjurkan untuk meng-klik tombol "play" di atas agar feel-nya lebih terasa :p
Dan memulai membaca ketika lagu sudah mulai diputar...

Sebuah artikel di majalah National Geographic beberapa tahun yang lalu menampilkan sebuah kejadian yang sangat menyentuh hati. Setelah kebakaran besar yang melanda Taman Nasional Yellowstone, para penjaga hutan naik ke gunung untuk memperkirakan kerusakan akibat bencana tersebut. Seorang penjaga hutan menemukan seekor burung yang telah mati hangus, bertengger kaku di atas tanah di bawah sebuah pohon.
Walaupun merasa ngeri melihat pemandangan itu, penjaga hutan ini memukul-mukul pelan bangkai burung ini dengan sebuah tongkat. Ketika ia memukulnya, tiga ekor anak burung kecil muncul dari balik sayap ibunya yang sudah mati. Ibu yang penuh kasih sayang ini, telah membawa anak-anaknya ke bawah pohon dan mengumpulkannya di bawah kedua sayapnya, karena secara insting ia tahu bahwa asap racun akan naik ke atas. Ia bisa saja terbang ke suatu tempat yang aman tetapi ia menolak meninggalkan anak-anaknya yang belum mampu untuk terbang seperti dirinya. Ketika api datang dan panas membakar tubuh kecilnya, si ibu tetap tabah. Karena ia rela mati agar anak-anak yang ada di bawah sayapnya bisa tetap hidup.
sumber : Koin Emas di Tepi Jalan, Mario Seto
Kisah yang sangat menyentuh hati kita sebagai manusia biasa yang penuh dengan kelemahan dan kegalauan. Kisah yang benar-benar memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai sosok seorang wanita mulia bernama ibu. Burung di atas menjadi sebuah simbol akan keberadaan seorang ibu yang rela mati demi anak-anaknya, ibu yang rela berkorban apapun demi anak-anaknya, ibu yang selalu memberi cinta dan kasih yang tiada henti bagi kehidupan anak-anaknya...
Ibu bagaikan malaikat yang diutus Tuhan untuk mendampingi kita, bagaikan sang surya yang menyinari dunia, bagaikan sang bulan yang selalu mendampingi gelapnya malam...
Ibu pelita hati, tanpa dia kita takkan bisa menghirup harumnya dunia, takkan pernah merasakan indahnya dunia.
9 bulan dia mengandung, 9 bulan dia menahan sakit, hanya demi mendengar tangisan pertama kita di dunia yang fana ini...

Rabu, 14 September 2011

TIDAK SELAMANYA YANG MENDOMINASI ADALAH PEMENANGNYA

Saya menulis ini setelah hampir 10 jam saya tertidur akibat begadang menonton sepakbola di televisi. Ya,tadi malam telah dipertontonkan sebuah drama lapangan hijau yang sangat seru antara dua kekuatan sepakbola dunia yakni BARCELONA vs AC MILAN dalam ajang Liga Champions Eropa. Saya adalah seorang milanisti (sebutan bagi suporter dan fans AC MILAN). Saya yakin para pembaca yang senang melihat dan menonton sepakbola pasti tidak akan melewatkan tontonan tadi malam. Pertandingan tadi malam berlangsung sangat seru, penuh aksi mendebarkan. Saya sebagai pendukung AC MILAN dibuat sport jantung karena serangan BARCELONA yang bertubi-tubi. Dalam laga tadi malam tersebut, terlihat betul BARCELONA sangat mendominasi pertandingan. Sehingga membuat AC MILAN dipaksa bertahan secara total. Untuk lebih jelasnya tentang pertandingan tadi malam saya sudah menyediakan video di bawah ini yang saya ambil dari situs youtube.com


Ternyata setelah saya merenung sejenak, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pertandingan tersebut. Pelajaran yang mungkin hanya tersirat dalam pandangan saya. Ini hanyalah opini saya sebagai penulis, jika anda kurang berkenan saya mohon maaf sebelumnya.
  1. Sebesar apapun tantangan dan cobaan yang kita hadapi dalam hidup, dengan KESABARAN insyaallah semuanya akan telewati.
    Kita lihat bagaimana para pemain AC Milan tak gentar diserang betubi-tubi oleh para pemain Barcelona,hingga akhirnya pada menit terakhir bisa menyamakan kedudukan.
  2. Hidup merupakan sebuah ujian, oleh karena itu kita harus tetap fokus dari awal hingga akhir.
    Hehehe,ini mungkin pelajaran bagi para pemain Barcelona yang haus rela kecolongan di menit-menit akhir.
  3. Tidak selamanya yang mendominasi adalah pemenangnya.
    Pelajaran ini mungkin tidak hanya berlaku pada pertandingan tadi malam saja, banyak kisah yang bisa kita ambil dari hidup kita. Pemenang bukanlah yang paling kuat dan dominan, tetapi pemenang adalah yang bisa memanfaatkan peluang sekecil mungkin untuk kebaikan dirinya maupun orang lain.
Mungkin masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil, tapi saya hanya menuliskannya sedikit saja. Tulisan ini saya jadikan sebagai bahan introspeksi diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik.

Terima kasih sudah menyempatkan waktu berharga anda untuk membaca tulisan ini. Sekali lagi,mohon maaf bila ada kesalahan, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    Minggu, 11 September 2011

    Belajar dari Sebuah Film

    Assalamu 'alaikum wr.wb.

    Saya menulis postingan ini tepat setelah film berjudul "Pursuit of Happyness" selesai saya tonton. Jika anda belum pernah menonton atau bahkan mendengarnya, saya sarankan untuk segera menonton film tersebut. Banyak nilai dan pelajaran yang bisa kita petik dari film tersebut. Bukannya saya tidak mencintai produk dalam negeri, tetapi dengan menonton film tersebut penilaian saya terhadap kualitas film dalam negeri masih jauh di bawah film luar negeri. Tidak hanya kualitas gambar / teknologi, tetapi yang lebih penting adalah kualitas cerita yang ada dalam film tersebut. Di saat film luar terus berupaya "menggenjot" penggunaan teknologi dalam pembuatan filmnya, film dalam negeri malahan asyik dengan film beradegan sex yang disembunyikan dalam cerita horror. Menurut saya, hal ini malah membuat citra perfilman dalam negeri menjadi melorot. Meskipun, tidak semua film dalam negeri seperti itu, saya menilai masih ada beberapa film yang terus berjuang memajukan citra perfilman dalam negeri di tengah buruknya tren film dalam negeri itu sendiri. Maka, tidak salah jika para penikmat film di Indonesia lebih memilih menonton film buatan luar negeri.
    Sebelum saya melanjutkan tulisan saya, saya meminta maaf jika tidak sesuai dengan opini / pendapat para pembaca semua.

    Jumat, 09 September 2011

    BAHWA HIDUP TIDAK HANYA BERLAKU SAAT INI DAN MASA DEPAN, TETAPI JUGA PERLU MASA LALU

    Assalamu 'alaikum wr. wb.

    Setiap orang Indonesia pasti tahu ttg cerita Malin Kundang, seseorang yg lupa akan ibunya, lupa akan asal-usulnya.
    Tidak usah saya ceritakan, anda semua yang detik ini membaca tulisan ini pasti masih ingat bagaimana orang tua atau guru anda membacakan dongeng tentang Malin Kundang ini.
    Saya merenungi betapa makna yang dalam terkandung dalam cerita ini, bagaimana kita sebagai manusia janganlah lupa akan asal-muasal diri kita. Mungkin di waktu kecil anda berpikir mudah untuk melakukan hal ini. Di saat pikiran dan otak kita masih "suci" dari gemerlap dan kejamnya kehidupan.
    Tapi, bagaimana 20 tahun kemudian? Saat anda sudah berada dalam puncak kehidupan, menikmati segala sesuatu yang Tuhan berikan atas hasil kerja keras anda...